Bisakah Puasa Daud Digabung dengan Puasa Arafah?

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum.
Ust. sy biasa mlakukn puasa Daud. Dan puasa Arafah besok pas sy puasa Daud. Sy bingung bsk antara mau puasa Daud atau Arafah, krn puasa Arafah stahu sy keutamaannya sangat besar. Sy sempet kpikir apa sy niat skalian sj, ya niat puasa Daud sekaligus juga niat puasa Arafah. Tp sy pernah denger2 kl kayak gitu gk boleh?Kl mnurut ust. Bgmn?

WA 081149xxxxx (Ilyas)

Jawaban :

Pertanyaan saudara yang berharap dalam satu hari bisa berpuasa Daud sekaligus puasa Arafah ibarat sebuah peribahasa sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. 😊

Yang perlu diketahui bahwa penggabungan beberapa niat dalam satu ibadah adalah diperbolehkan selama syaratnya terpenuhi.

Syaratnya adalah bahwa maksud dan tujuan dari masing-masing ibadah yang digabung itu terpenuhi semuanya.

Misalkan ada seseorang ingin berjamaah shalat Subuh di masjid dan shalat Subuh belum ditegakkan. Setelah masuk masjid dia langsung shalat sebanyak 2 rakaat dengan niat menggabungkan antara shalat Qabliyah Subuh dan sholat Tahiyatul Masjid dalam satu shalat.

Pertanyaannya apakah dengan melakukan itu (cukup shalat 2 rakaat untuk shalat Qabliyah Subuh dan shalat Tahiyatul Masjid) maksud dan tujuan masing-masing shalat bisa terpenuhi?

Coba kita urai bersama-sama untuk menjawab pertanyaan di atas:

  1. Sholat Qabliyah Subuh dapat terpenuhi maksud dan tujuannya karena dilakukan sebanyak 2 rakaat sebelum shalat Subuh.
  2. Shalat Tahiyatul Masjid juga terpenuhi maksud dan tujuannya dikarenakan dilakukan sebanyak 2 rakaat sebelum duduk, sesuai dengan hadits Nabi :

إذا دخل أحدكم المسجد، فلا يجلسْ حتى يصلي ركعتين

“Apabila salah seorang di antara kaliah masuk masjid maka janganlah dia duduk sampai shalat 2 rakaat”.

Mari kita coba mengaplikasikan cara di atas dengan pertanyaan Saudara yaitu menggabungkan niat antara puasa Daud dan puasa Arafah dalam satu puasa (yang kebetulan saat tanggal 9 Dzulhijjah Anda akan melakukan puasa Daud).

  1. Puasa Daud (sehari berpuasa sehari berbuka) terpenuhi maksud dan tujuannya karena pada hari itu memang Anda sedang puasa Daud.
  2. Puasa Arafah (puasa tanggal 9 Dzulhijjah) terpenuhi maksud dan tujuannya karena pada hari itu memang waktunya puasa Arafah.

Coba sekali lagi kita aplikasikan cara di atas dengan penggabungan ibadah yang lain, misalkan ada seorang wanita mau puasa Qadha’ Ramadhan (mengganti hutang puasa Ramadhan) kemudian sekaligus dia berniat puasa Syawal.

  1. Puasa Qadha’ Ramadhan terpenuhi maksud dan tujuannya karena memang niat awalnya dia puasa Qadha’ Ramadhan.
  2. Puasa Syawal tidak bisa terpenuhi maksud dan tujuannya karena puasa Syawal harus dilakukan setelah atau di luar puasa Ramadhan (Qadha’ Ramadhan), sesuai dengan sabda Nabi :

من صام رمضان ثمّ أتْبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر

Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian dia mengiringinya dengan puasa 6 hari di bulan Syawal maka seolah-olah dia berpuasa satu tahun penuh.”

Dengan demikian maka puasa Qadha’ Ramadhan dan puasa Syawal tidak dapat digabungkan karena salah satu dari ibadah tersebut ada yang tidak terpenuhi maksud dan tujuannya.

Kesimpulannya dari pertanyaan Anda di atas bahwa Anda bisa menggabungkan niat Anda antara puasa Daud dan puasa Arafah dalam satu hari puasa dikarenakan masing-masing puasa maksud dan tujuannya bisa tercapai.

Wallahu a’lam bishshowab.

Dijawab oleh Ust. Anwar Abu Hudzaifah (Pengajar PP. Ainul Yakin)

Tinggalkan Balasan

BLOG POSTS

ADDRESS

Alamat Kantor : Glagah Kidul, RT 03 Tamanan, Kec. Banguntapan, Kab. Bantul. 55191
Telp: (0274) -
HP: 083840036233, 081804245056, 081328754180.
Website: https://ainulyakin.com
Email: lppi_ainulyakin@yahoo.com

DISCLAIMER

Important: This site has been setup purely for demonstration purposes and all the content are designed to showcase the uDESIGN WP theme as it could look on a live site.
All images are copyrighted to their respective owners.