BLOG

TERAPI

Terapi bagi anak yang memiliki kebutuhan khusus dilakukan untuk mengembalikan suatu fungsi yang seharusnya dimiliki seseorang. Mengapa terapi diperlukan? Untuk mengurangi gangguan kesehatan dan kelainan fungsi. Karena, masa anak-anak adalah fase yang kritis untuk proses pertumbuhan dan perkembangan. Baik secara fisik ataupun mentalnya.

Berbagai terapi yang di lakukan untuk anak yang memiliki kebutuhan khusus dapat diaktegorikan antara lain. Terapi fisik, terapi konigtif perilaku,terapi okupasi, terapi bermain, dan terapi sensori integrasi.

  1. Terapi Fisik

Terapi jenis sebenarnya bermanfaat untuk menangani kekurangan fisik dan juga gangguan pada gerakan. Dalam terapi fisik ini, pasien bisa melakukan perlawanan gerak terhadap terapis untuk memperkuat bagian otot tertentu. Umumnya, anak dengan cerebral palsy atau polio biasanya disarankan melakukan terapi fisik aktif untuk mengembalikan fungsi geraknya.

  1. Terapi Kognitif Perilaku

Umumnya, anak autisme memiliki gangguan kognitif dan komunikasi. Gangguan inilah yang menyebabkan anak autisme sulit menyampaikan perasaannya. hal tersebut bisa dikurangi dengan melakukan terapi. . Ini merupakan bentuk psikoterapi yang bermanfaat untuk mengubah pola pikir dan perilaku anak berkebutuhan khusus. Bila dilakukan secara rutin, anak  autisme bisa lebih stabil emosinya dan perlahan belajar menyampaikan perasaannya.

  1. Terapi Wicara

Salah satu terapi yang sering dilakukan untuk anak berkebutuhan khusus adalah terapi wicara. Terutama untuk anak anak yang mengalami masalah komunikasi atau berbicara. Terapi ini fokus terhadap melatih kemampuan anak berbicara, melatih otot mulut, lidah, dan tenggorokan. Caranya dengan mengajak si Kecil meniup, menirukan suara, bahkan berlatih bahasa isyarat. Anak yang mengalami cerebral palsy, bisu, tuli, dan juga autisme

  1. Terapi Okupasi

terapi okupasi adalah terapi untuk melatih bagian motorik halus Anak. Caranya dengan melakukan gerakan presisi. Misalnya, mengancingkan baju, menulis, memegang sendok untuk makan, atau mandi. Kemampuan ini diperlukan untuk aktivitas sehari-hari sehingga penting untuk kemandirian dan kualitas hidup anak.

  1. Terapi Bermain

Terapi bermain dilakukan dengan cara membiarkan anak bermain dalam ruangan yang aman dan nyaman tanpa ada batasan. Hal ini ditujukan agar anak dapat mengekspresikan dirinya. Setidaknya dapat menyampaikan perasaan.

6. Terapi Sensori Integrasi

terapi sensori integrasi memanfaatkan panca indera anak berkebutuhan khusus. Terutama keseimbangan, sentuhan, dan kesadaran akan posisi dan gerak tubuh. Terapi ini bertujuan membantu anak dengan gangguan belajar, perkembangan, dan perilaku.

      Terapi untuk anak berkebutuhan khusus sebenarnya sangat banyak jenisnya. Pemilihan terapi perlu  disesuaikan dengan kondis setiap anak. Janga ragu untuk konsultasikan kondisi anak pada dokter spesialis anak.

        Maka dari itu pondok pesantren ainul yakin berdiri untuk berperan dalam membantu kesejahteraan kaum yang termajinalkan. Untuk menyiasati keadaan anak yang berbeda beda pondok pesantren ainul yakin melakukan bebrapa aktivitas sebagai terapi bagi anak berkebutuhan khusus. Pondok pesantren ainul yakin membuat terapi ini seperti Susana bermain Bersama anak dan orang tua. Dengan begitu orang tua dapat mengetahui maksud anak dan mendekatkan hubungan emosional keduanya.

Berikut terdapat tujuh aktivitas sederhana yang biasa dilakukan oleh para guru dan pengasuh di pondok pesantren ainul yakin. Sebagai terapi untuk anak berkebutuhan khusus.

  1. Melukis dan mewarnai
    Menciptakan sesuatu yang artistik dapat meningkatkan kepercayaan diri anak berkebutuhan khusus. Beberapa yang bisa dilakukan adalah melukis dan mewarnai gambar buah dan sayur-sayuran. Kegiatan ini dapat menstimulus sensor motorik, koordinasi, kepercayaan diri, dan kreativitas. Pastikan menggunakan bahan-bahan dan peralatan yang aman buat anak saat melakukan setiap kegiatan.
  2. Merakit atau menyusun
    Kegiatan merakit mainan dapat mengembangkan kreativitas anak autisme. Ketika merakit mainan, mereka menunjukkan kemampuan memecahkan masalah dan keterampilan sosial anak akan terbangun.
  3. Mendengarkan musik dan menari
    Bagi anak berkebutuhan khusus, musik dan tarian merupakan dua hal yang menyenangkan. Dengan menari, mereka dapat mengekspresikan diri sekaligus meningkatkan kekuatan tubuh. Terapi musik dan menari bagi penyandang disabilitas dapat meningkatkan hormon yang membuat mereka senang.
  4. Permainan fisik
    Melakukan permainan fisik seperti bermain lempar bola dapat meningkatkan keterampilan motorik. Untuk penyandang autisme, Cerebral Palsy, dan disleksia, melakukan permainan yang melibatkan fisik dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta menunjang tumbuh kembangnya.
  5. Permainan dengan menggunakan papan
    Permainan yang menggunakan papan, seperti bongkar pasang, ular tangga, atau ludo bisa menjadi alternatif untuk membangun rasa percaya diri dan keterampilan sosial anak berkebutuhan khusus. Bagi orang tua, permainan ini juga dapatmendekatkan hubungan emosional dengan anak.
  6. Bermain karakter
    Permainan karakter seperti boneka untuk anak autisme dan disleksia dapat meningkatkan daya imajinasi mereka. Dengan permaian seperti itu, anak berkebutuhan khusus dapat mengenal konsep yang abstrak dan spontanitas.
  7. Mengenalkan teknologi
    Seiring perkembangan teknologi, ada beragam inovasi yang mendukung aktivitas anak berkebutuhan khusus. Ada fitur pembaca layar, buku digital, hingga keyboard Braille yang bisa digunakan. Orang tua dapat mengenalkan teknologi tersebut guna memudahkan aktivitas anak berkebutuhan khusus.

Masjid Kog Tidak Punya Laporan Keuangan?

Pertanyaan :

Tadz apa hukumnya masjid, yayasan atau lembaga sosial yang tidak melaporkan laporan keuangannya?

Jawaban :

Fenomena masjid, yayasan dan lembaga sosial yang mengelola dana umat tidak memberi laporan keuangannya dan tidak transparan dalam pengelolaannya banyak kita temukan. Ada memang yang membuat dan melapor tapi tidak istiqomah atau kontinyu untuk lanjut melaporkan keuangan mereka.

Read more

Sudah Merutinkan Puasa Daud, Saat Hari Tidak Puasa Bolehkah Puasa Arafah?

Pertanyaan :

Saya sudah merutinkan puasa Daud sejak setahun ini. Besok saat puasa Arafah, waktunya saya tidak puasa atau berbuka. Karena satu hari sebelum hari puasa Arafah saya dalam keadaan puasa Daud. Pertanyaan saya, bolehkah saya puasa Arafah saat hari saya semestinya tidak puasa karena puasa Daud saya?

nurulxxxxx@gmail.com

Read more

Aqiqah Dulu atau Qurban Dulu?

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Ustadz.

Saya dan keluarga niat mau qurban tahun ini. Tapi ternyata waktu qurban besok barengan sama waktu aqiqah anak saya yang baru lahir. Kami juga dari keluarga yang kurang mampu. Buat qurban saja kami harus sisihkan uang untuk ditabung. Pertanyaan saya apa yang harus saya lakukan besok, aqiqah dulu atau qurban dulu?

Jazakumullah khairan katsiran.

ikhonexxxx@gmail.com

Read more

BLOG POSTS

ADDRESS

Alamat Kantor : Glagah Kidul, RT 03 Tamanan, Kec. Banguntapan, Kab. Bantul. 55191
Telp: (0274) -
HP: 083840036233, 081804245056, 081328754180.
Website: https://ainulyakin.com
Email: lppi_ainulyakin@yahoo.com

DISCLAIMER

Important: This site has been setup purely for demonstration purposes and all the content are designed to showcase the uDESIGN WP theme as it could look on a live site.
All images are copyrighted to their respective owners.